Pertahankan Budaya Kita, Ayok Perangi Kepunahan

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu mempertahankan budaya aslinya",
bukankah begitu ?

Mungkin kalimat diatas sudah pernah kita dengar, atau yang belum tau, mungkin disinilah kamu akan mengetahuinya. Kata itulah yang pernah terucap oleh guru senibudaya gw waktu SMP, tapi waktu itu saya belum paham karena sama sekali tak tertarik.

Namun, dikala sekarang ini, saya telah mersakan efek ketidak pahaman "kalimat emas" itu.

 sebagai penggambaran untuk hal diatas, gw akan berikan contoh :

1. Budaya Barat (Western Culture)
  • untuk budaya ini, memang sangat banyak unggulnya, misalnya di fashion, gaya, life style, dll, Semuanya poluler dan diminati oleh orang banyak, tapi sebagai dampak negatif, kepoluleran telah menggeser budaya dasar kita, dalam kuantitas pemakaiaannya. Misalnya, pakaian kita yang biasanya sopantelah digeser oleh pakaian yang lebih populer (khususnya yang kita anggap tidak sopan). Bahkan budaya itu mampu mengancam punahkan budaya kita seperti mainan tradisional, adat istiadat, tarian, bahasa tradisional, dll. Akan tetapi, yang salah adalah kita sendiri, bukan budaya asing itu terutama kaum muda (yang kita sebut the young generation). Mengapa? Coba kita lihat kaum muda sekarang, cenderung terpengaruh kepopuleran dan mulai melupakan "kekunoan", yang akibatnya terjadi masalah baru, yakni pengklaiman, kepunahan dan keterancaman budaya dasar yang kita miliki.
2. Budaya Timur (yang sudah memberi dampak)
  • Dampak budaya timur lebih saya rasakan sendiri dimasa pendidikan seperti saat ini, namun puji Tuhan Yang Maha Esa saya tidak terpengaruh, sebagai contoh efeknya adalah kebanyakan style, misalnya gaya rambut, ekspresi, pakaian, bahkan bahkan tarian, lalu bahasa. Namun menurut saya itu memiliki banyak dampak positif tapi ada beberapa pengaruh negatifnya, antara lain, tergesernya budaya pakaian kita, rasa cinta bahasa kita yang rendah, dan umumna membuat kesadaran kaum muda kita berkurang secara meluas. Akhirnya cepat atau lambat budaya kita akan semakin samar dan semu.

"Jadi apa yang kita lakukan untuk menghalau masalah diatas?"
Seperti yang kita pahami , kedua topik diatas memiliki kesamaan masalah, yaitu " terancam punahnya budaya kita karena kaum muda yang mengikuti dan melupakan budaya dasarnya".

mungkin ada beberapa solusi yang bisa "saya" sampaikan, yakni :
  1. Know yourself atau ketahui siapa dirimu,
  2. be yourself atau jadilah dirimu,
  3. choose the positive atau pilih yang positif, dan
  4. Up To Date (update), karena tidak mungkin anda terusmenjadi orang yang tradisional, anda hanya perlu memilah tapi tidak melupakan tentang ketradisionalan.
Sebagai usaha yang kamu bisa lakukan antara lain :
- Abadikan Ingatanmu
 (Why?) karena kaulah the young generation (and How?) misalnya buat sebuah catatan [buku] tentang "kebudayaan yang hilang", atau " kebudayaan yang terancam", "atau" galak-galakkan di SoMed (social media) tentang kebudayaan itu.

- Support dan jaga
(why) supaya pengabadian mendapat dukungan (kekuatan)
(How?) Terserah lu "the young generation" !

- Jadilah bijak sekarang dan kelak
(why) karena nanti kamu pasti punya anak untuk diturunkan warisan kebudayaan.
(how) coba ceritakan atau deskripsikan kepada sianak, atau jika kelak kau sukses [Amin], buatlah suatu yang berguna untuk kebudayaan, misalnya festival atau kegiatan yang mendukung pelestarian budaya dasar "kita".

Jadi,
mungkin cuman itu yang bisa saya postkan (curhatkan) pada kesempatan yang sempit ini, atas dibacanya post ini saya ucapkan terima kasih dan "Sukses"!

Related Posts:

0 Response to "Pertahankan Budaya Kita, Ayok Perangi Kepunahan"

Post a Comment